Persib Dapat Rp 7,5 Miliar
BANDUNG, (PR).-
Persib Bandung dipastikan akan mendapat kucuran dana lagi dari Pemkot Bandung sebesar Rp 7,5 miliar. Dana tersebut sudah tercantum dalam perubahan APBD tahun 2007 yang dimasukkan melalui anggaran sekretariat daerah (setda) dan akan disahkan pada Rabu (26/9) hari ini dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Bandung tentang Perubahan APBD Kota Bandung 2007.
"Dana bantuan Persib Rp 7,5 miliar tanpa adanya pengurangan," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Edi Siswadi di Gedung DPRD Kota Bandung usai mengikuti rapat panitia musyawarah (panmus) tentang perubahan APBD Kota Bandung, Selasa (25/9).
"Saya merasa malu hati bila menambah kembali anggaran. Kalaupun dinilai masih kurang, itu menjadi kerja pengurus untuk menggerakkan potensi di luar APBD," ujar Edi.
Edi menjelaskan, dana Rp 7,5 miliar itu diperuntukkan bagi transportasi, gaji pelatih dan pemain, akomodasi, bonus, dan mengganti utang kepada pihak ketiga.
Hal yang sama juga ditegaskan oleh Ketua Panitia Anggaran Lia Noer Hambali. Menurut dia, bantuan dana Persib semula diusulkan Rp 9,9 miliar, tetapi setelah melalui pembahasan akhirnya disetujui Rp 7,5 miliar. "Resminya nanti setelah rapat paripurna perubahan APBD, besok (Rabu (26/9) hari ini-red.)," katanya.
Pusing
Sementara itu, Edi Siswadi mengaku merasa dipusingkan dengan banyaknya pemain yang akan habis kontrak sebelum kompetisi usai. "Kebanyakan kontrak para pemain Persib itu berakhir pada Januari. Saya merasa khawatir tim Persib kalang kabut dengan tidak adanya pemain-pemain andalan," katanya.
Menurut Edi, sebenarnya kalau PSSI tidak mengundur jadwal pertandingan tidak terlalu menjadi masalah. Dari itulah PSSI harusnya arif mengenai adanya kesulitan di klub akibat pengunduran jadwal tersebut, artinya jangan melakukan pengunduran pertandingan secara sepihak dan seenaknya.
Dia juga menjelaskan, ke depan perlu mengoptimalkan potensi dari luar dengan mengembangkan jaringan bisnis media promosi. "Kami tidak akan menjual Persib, tapi juga tidak ingin membebani APBD. Salah satu upaya mengembangkan jaringan bisnis media promosi dan skenarionya, bisa saja dibentuk sebuah badan usaha di bidang pengelolaan olah raga. Dan sistemnya nanti tidak bersifat bantuan tapi penyertaan modal," ujarnya. (A-113)***